Rabu, 30 September 2009

Gedung Sate


Gedung Sate dibangun pada tahun 1920 – 1924 di Wihelmina Boulevard (sekarang Jalan Diponegoro); peletakan batu pertama oleh Nona Johana Caaatherine Coops, putrid sulung Walikota Bandung B. Coops. dan Nona Petronella Roelofsen yang mewakili Gubernur Jenderal Hindia Belanda di Batavia.
Gedung Sate merupakan karya monumental dari arsitek Ir. Gerber. Gaya arsitekturnya merupakan perpaduan langgam arsitektur tradisional Indonesia dan teknik konstruksi Barat, sehingga disebut Indo Eropeesche ArchitectuurStijln. Arsitektur Gedung Sate merupakan perpaduan antara gaya arsitektur Italia dan Moor dari zaman Renaissance dengan gaya arsitektur Hindu dan Islam. Ornamen berciri tradisional seperti pada candi Hindu terdapat dibagian bawah dinding gedung, sedangkan pada bagian tengahnya ditempatkan menara beratap tumpak seperti meru di Bali, sesuatu yang lazim pada gaya arsitektur Islam.

Sabtu, 26 September 2009

Observatorium Bosscha Photo





Jalan Riau (R.E Martadinata) Bandung


Bandung memang surganya tempat belanja, khususnya sandang atau fashion. Banyak jalan atau kawasan di Bandung yang di dalamnya terdapat jejeran Factory Outlet yang menawarkan berbagai jenis produk sandang dengan kualitas bagus tapi harganya bisa anda sesuaikan dengan kantong anda. Salah satunya adalah Jalan Riau Bandung.
Di Jalan Riau (Sekarang jalan R.E Martadinata), banyak sekali terdapat Factory Outlet dengan dekorasi dan arsitektur khas masing-masing, menawarkan produk-produk khas mereka juga tentunya. Di jalan ini banyak terdapat FO besar yang mempunyai kekhususannya sendiri, misalnya ada FO yang khusus menjual tas dan sepatu, menjual hanya pakaian untuk pria saja, ada juga FO lengkap dengan hotel untuk anda menginap, dan masih banyak ciri-ciri lainnya.

Sabtu, 23 Mei 2009

Observatorium Boscha Lembang


Lembang disebut sebagai KOTA BINTANG (Bersih, Indah, Nyaman, Tertib, dan Anggun). Kota Lembang dikenal di dunia internasional karena keberadaan Observatorium Bosscha yang telah berusia 80 tahun. Observatorium Bosscha memiliki fasilitas teropong bintang dan perpustakaan astronomi yang terbaik dan terlengkap koleksinya di Asia Tenggara. Dalam The Astronomical Almanac, nama Lembang tercantum sebagai salah satu tempat di antara beberapa ratus tempat di dunia yang terpilih sebagai lokasi peneropongan bintang.

Observatorium Bosscha didirikan pada 1 Januari 1923 ditandai dengan mulainya perencanaan pembangunan Refractor Ganda Zeiss dengan diameter lensa sebesar 60 cm (24 inchi) dan panjang titik api sekitar 11 meter. Saat pembangunannya selesai pada 7 Juni 1928, teleskop ini menambah jajaran teleskop yang diperhitungkan di belahan Bumi Selatan. Ketika itu teleskop besar yang mengeksplorasi langit selatan hanya refraktor Bloemfontein 27 – inchi di Afrika Selatan (berdiri 1928) dan refraktor Mount Stromo 26 – inchi di Australia (berdiri 1925).

Teleskop utama di Observatorium Bosscha adalah refraktor Ganda Zeiss 60-cm (1928) yang digunakan untuk pengamatan bintang ganda dan planet. Berikutnya adalah teleskop tipe Schmidt “BimaSakti” dengan diameter cermin 71-cm yang merupakan satu-satunya teleskop survey di kawasan Asia Tenggara dan dibangun atas sumbangan UNESCO tahun 1960. Teleskop lainnya adalah teleskop Cassegrain GOTO 45-cm (hibah pemerintah Jepang tahun 1989), teleskop Unitron 10.2-cm dan teleskop Bamberg 37-cm.


Observatorium Bosscha merupakan sebuah laboratorium astronomi yang menjadi perintis perkembangan astronomi dan ilmu pengetahuan antariksa di Indonesia. Kontinuitas kerja dan tanggung jawab untuk mengembangkan astronomi antar generasi di Indonesia merupakan tugas penting yang dilaksanakan Observatorium Bosscha hingga saat ini. Keberadaan Observatorium ini membuka jembatan untuk beinteraksi dengan dunia ilmiah internasional melalui tukar menukar ilmu pengetahuan.


Keberadaan Observatorium Bosscha memberi kontribusi penting bagi pendidikan formal maupun informal. Observatorium ini dipergunakan sebagai laboratorium astronomi bagi pendidikan sarjana dan pasca sarjana serta sebagai model Observatorium maupun museum astronomi dalam dunia arsitek dan seni rupa. Selain itu, setiap tahun puluhan ribu siswa berkunjung ke Observatorium Bosscha untuk mempelajari alam semesta melalui interaksi langsung dengan astronom dan pengamatan benda langit menggunakan teleskop.


Observatorium Bosscha merupakan aset berharga bagi bangsa Indonesia sehingga lingkungan di sekitarnya perlu dijaga kelestariannya. Lingkungan Observatorium harus tetap terjaga dari polusi cahaya maupun polusi angkasa (kandungan aerosol), agar pengamatan benda langit tidak terganggu. Konservasi terhadap kawasan di sekitar Observatorium telah dilakukan dengan menjadikan Observatorium Bosscha sebagai Benda Cagar Budaya. Lingkungan konservasi tidak menghalangi “pembangunan” Lembang, namun sebaliknya, konsep pembangunan Lembang perlu difikirkan keunikannya dengan tidak meniru pembangunan kota pada umumnya. (sumber ; www.bdgyes.com)

Villa Isola UPI


Pada awal abad ke-20 kota ini pernah menjadi laboratorium arsitektur para arsitek di Hindia Belanda. Kontribusi mereka berupa karya arsitektur dengan langgam masing-masing turut membentuk citra Kota Bandung.

Salah satu karya arsitektur yang membentuk citra Kota Bandung adalah Villa Isola yang yang didesain CP Wolff Schoemaker. Bangunan yang didirikan tahun 1933 ini merupakan pembangkit memori sebagian besar masyarakat akan Kota Bandung. Setiap melihat gambar Villa Isola, ingatan masyarakat tertuju pada Kota Bandung. Peran suatu karya arsitektur dalam membangkitkan kenangan orang banyak akan suatu tempat merupakan salah satu aspek dalam penilaian makna kultural yang dimiliki bangunan tersebut. Aspek lain adalah sejarah, estetika, dan ilmu pengetahuan.


Suatu karya arsitektur yang baik tak hanya memiliki makna kultural yang mampu membangkitkan kenangan orang banyak terhadap suatu tempat, tetapi juga mampu meninggalkan kenangan dan kesan mendalam pada orang banyak terhadap karya itu sendiri. Bila hal ini terjadi, maka karya tersebut dapat dikategorikan sebagai karya arsitektur monumental.

Pada Villa Isola, pembangkit kenangan yang utama adalah bentuknya yang tidak lazim jika dibandingkan dengan bangunan lain dengan fungsi sama (rumah tinggal). Hal ini terlihat jelas saat melintasi Jalan Setiabudi yang menghubungkan Kota Bandung dengan Lembang. Lebih dekat dengan bangunan yang kini berfungsi sebagai kantor rektorat Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ini, akan terasa adanya pengolahan tapak (lahan) yang sesuai dengan bentuk bangunan. Kedua unsur tersebut, bangunan dan lahan, membentuk kesatuan. Hal-hal di ataslah yang menjadi alasan mengapa bangunan ini dapat dikategorikan sebagai karya arsitektur monumental.

Villa Isola terletak di antara dua taman yang memiliki ketinggian berbeda. Taman di bagian selatan lebih rendah daripada taman di bagian utara. Taman di utara didesain dengan menghadirkan nuansa Eropa di dalamnya. Hal ini diperkuat dengan kolam berbentuk persegi dengan patung marmer di tengahnya. Pada taman ini terdapat jalur yang merupakan as yang membagi taman menjadi dua bagian simetris. Mendekati bagian utara bangunan, akan terlihat tangga berbentuk setengah lingkaran yang titik pusatnya berada pada bangunan.

Hal serupa juga diterapkan pada taman bagian selatan. Pengolahan bentuk anak tangga setengah lingkaran berpusat pada bangunan Villa Isola. Kedua taman yang memiliki perbedaan ketinggian dihubungkan dengan dua tangga melingkar pada sisi barat dan timur bangunan. Pengolahan taman dengan menggunakan bentuk melingkar yang berpusat pada bangunan yang juga memiliki bentuk melingkar, menjadikan bangunan menyatu dengan lahan di sekitarnya. (sumber :www.bdgyes.com)

Senin, 04 Mei 2009

Kawasan Braga


Kawasan Braga pernah tercatat sebagai kawasan bergengsi pada masa Belanda. Jalan yang cukup melagenda dengan arsitektur bangunan yang bergaya klasik romantik, art-deco, indo-europeanen, neo klasik dan modern berasal dari bahasa "Ngabaraga" yang artinya bergaya.

Pada saat itu ketenaran nama Braga bukan saja di Indonesia, tapi juga di luar negri sebagai satu-satunya tempat untuk menunjukkan lifestyle, sehingga muncullah nama Paris Van Java. Karena pada saat itu di sepanjang Jalan Braga dijadikan pusat perbelanjaan bagi para bangsawan, terutama pusat mode dan tekstil.
Jalan Braga saat ini sudah menjadi landmark Kota Bandung. Tapi fungsi utamanya bukan lagi sebagai pusat bisnis atau perdagangan. Tapi sudah menjadi tempat wisata Kota Tua, dimana sekarang juga kita masih bisa melihat bangunan-bangunan tua sisa peniggalan jaman Belanda dahulu... (sumber : www.bdgyes.com)

Senin, 20 April 2009

Jalan Cihampelas


Kalau anda berkunjung ke Bandung
belum lengkap rasanya kalau tidak
berbelanja di Jalan Cihampelas.
Jalan ini sama dengan malioboro-nya Kota Jogya

Jalan ini selalu ramai oleh pengunjung terutama pada hari libur.


Jalan ini memang telah melagenda sejak dulu.
Dulunya jalan ini merupakan
sentra jeans terbesar di Kota Bandung.
Namun saat ini bukan hanya terkenal
dengan pakaian yang berbahan jeans,
tapi puluhan toko yang ada menawarkan
berbagai jenis sandang dengan berbagai bahan yang berbeda,
dengan keunikan toko dan jualannya masing-masing.
Di Jalan Cihampelas saat ini kita juga
bisa dengan mudah menjumpai
tempat penjualan cinderamata khas Bandung,
toko oleh-oleh/jajanan, rumah makan, hotel,
aneka aksesoris, aneka brownies, dan lain-lain.
Tapi, kondisi jalan yang kecil membuat
kemacetan di jalan ini tidak bisa dihindari.
Hampir setiap hari jalan ini macet parah,
mungkin karena padatnya pengunjung dan
terlampau kecilnya fasilitas parkir dan jalan yang tersedia.
Jika anda membawa kendaraan,
mungkin anda akan kesulitan mencari tempat parkir.
Sebagai alternatifnya anda bisa parkir di Cihampelas Walk (Ciwalk),
sebuah mall besar yang letaknya di jalan ini. (Sumber : www.bdgyes.com)

Kamis, 16 April 2009

Jalan Layang Pasopati


Saat ini, jalan layang pasopati sudah masuk dalam daftar salah satu Landmark Kota Bandung. Mungkin di waktu yang akan datang posisinya akan menggeser Gedung Sate sebagai ikon Kota Bandung.
Disebut Jalan Layang/jembatan pasopati karena jempatan ini menghubungkan jalan Dr. Junjunan (Pasteur) dengan jalan Surapati (Suci). Ikon baru Kota Bandung ini membentang diatas Sungai Cikapundung dengan panjang 2,8 Km dan lebar sekitar 30 - 60 meter.
Salah satu keunikan dari jembatan ini, karena model jembatan yang menggunakan kawat-kawat baja yang digantungkan dari satu atau beberapa tiang utama. Konstruksi ini, selain memberikan nilai estetika, dianggap menjadi solusi untuk meminimalkan pembebasan lahan di pemukiman padat di bawah jembatan ini.
Posisi jembatan yang berada di daerah tinggi membuat kita bisa melihat Kota Bandung dengan range yang sangat luas dari atas jembatan ini. Keindahan jembatan ini menjadi lebih pada malam hari karena dihiasi dengan lampu yang meneranginya yang tentunya menambah keindahan arsitekturnya. Jambatan ini sering digunakan masyarakat Kota Bandung khususnya kawula muda Bandung untuk tempat nongkrong sembari melihat Kota Bandung dari atas jembatan ini. (sumber : www.bdgyes.com)

Rabu, 15 April 2009

Bandung Itu Disini


Sekarang, ketika kita butuh informasi tentang Bandung ada satu web referensi yang bagus. www.bdgyes.com
Web ini memuat semua informasi yang saya butuhkan. Informasi Hotel di Bandung, tempat jalan-jalan, belanja, wisata alam, wisata altenatif, distro, FO, dan masih banyak lagi.
Wisata alam seperti Tangkuban Perahu, Kawah Putih, Curug cimahi, situ Patengan, Tahura, dan lain-lain dimuat lengkap di media ini.
Tempat jalan-jalan dan belanja juga dimuat, seperti jalan Cihampelas, Jalan Dago, Braga, dan masih banyak lagi.

Pokoknya www.bdgyes.com recomendasi buat kita semua. Sebelum datang ke Bandung web ini wajib kita klik. Karena sesuai dengan mottonya: BANDUNG ITU DISINI..

Tangkuban Perahu


Gunung Tangkuban Perahu terletak sekitar 30 km di utara Kota Bandung. Tempat indah ini terletak di daerah Lembang, kurang lebih 30 menit dari Bandung menggunakan kendaraan bermotor.Gunung Tangkuban Parahu mempunyai ketinggian setinggi 2.084 meter. Gunung ini menjadi salah satu daerah tujuan wisata yang menarik di Jawa Barat. Lingkungan alamnya yang sejuk, dan sumber mata air panas di kaki-kaki gunungnya. Deretan kawah yang memanjang, menjadi daya tarik tersendiri.Tangkuban Perahu sebenarnya adalah gunung berapi. Dinamakan tangkuban perahu karena bentuknya yang menyerupai kapal yang terbalik.

Nama Tangkuban Perahu sendiri sangat lekat dengan sebuah legenda tanah Sunda yang sangat terkenal, yaitu Sangkuriang. Gunung Tangkuban Perahu yang dari kejauhan tampak seperti perahu terbalik, konon diakibatkan oleh kesaktian Sangkuriang yang gagal meyelesaikan tugasnya dalam membuat perahu dalam waktu semalam untuk menikahi Dayang Sumbi yang tak lain adalah ibu kandungnya sendiri. Karena begitu kesalnya tidak dapat menyelesaikan pembuatan perahu tersebut, akhirnya Sangkuriang menendang perahu yang belum jadi tersebut. Legenda diataslah yang menjadi kaitan erat dalam penamaan gunung Tangkuban Perahu.

Pesona gunung Tangkuban Perahu ini begitu mengagumkan, bahkan, pada saat cuaca cerah, lekukan tanah pada dinding kawah dapat terlihat dengan jelas, sangat kontras dengan hijaunya pepohonan di sekitar gunung tersebut. Tidak hanya itu, dasar kawah pun dapat kita nikmati keindahannya yang sangat mengagumkan. Keindahan alam inilah yang menjadikan Tangkuban Perahu menjadi salah satu tempat wisata alam andalan Propinsi Jawa Barat, khususnya Bandung.

Jalan menuju Tangkuban perahu, dikiri kanan jalan anda akan melihat hamparan hijaunya kebun teh dan juga barisan pohon-pohon pinus. Namanya juga gunung, sudah pasti setiap saat udaranya sejuk banget. Karena Tangkuban perahu merupakan gunung merapi yang masih aktif sampai saat ini, maka dari dulu sudah banyak terjadi letusan yang meninggalkan kawah sisa letusannya. Saat ini Kawah-kawah tersebut sudah dijadikan tempat wisata.Kawah-kawah tersebut antara lain Kawah Ratu, Upas, Domas, Baru, Jurig, Badak, Jurian, Siluman dan Pangguyungan Badak. Di antara kawah-kawah tersebut, Kawah Ratu merupakan kawah yang terbesar, dikuti dengan Kawah Upas yang terletak bersebelahan dengan kawah Ratu. Beberapa kawah mengeluarkan bau asap belerang, bahkan ada kawah yang dilarang untuk dituruni, karena bau asapnya mengandung racun.

Jikalau anda berkunjung ke Bandung, luangkan waktu anda mengunjungi tangkuban perahu. Udara yang sejuk, pemandangan yang indah, semuanya akan membuat anda puas. Mengunjungi tangkuban perahu berarti anda telah menikmati wisata alam, wisata lagenda, dan juga wisata belanja. Karena di kawasan gunung ini banyak kita jumpai pedagang-pedagang yang menjual berbagai macam sauvenir, makanan, dll. Di bibir kawah gunung ini anda juga bisa berjalan-jalan dengan menunggangi kuda sewaan, yang semuanya akan menambah kepuasaan anda berwisata. Datang dan Nikmati..!!! (Sumber : www.bdgyes.com)



Selasa, 14 April 2009

Kawah Putih


Kawah Putih terletak di daerah Selatan Kota Bandung, berjarak 46 km atau 2,5 jam dari Kota Bandung sampai pintu gerbang menuju lokasi kawah.Daripintu masuk hingga ke kawah jaraknya sekitar 5 km atau bisa ditempuh sekitar 20 menit. Melalui jalan beraspal yang berkelok-kelok dengan pemandangan hutan alam dengan aneka ragam species tanaman. Kawah putih terletak di sebuah gunung yang bernama Gunung Patuha.Dahulu kala,masyarakat menganggap kawah ini kawasan yang angker karena banyak burung mati seketika melewati kawah ini.
Kepercayaan inipun lantas dibantah,ketika pada tahun 1837 seorang ilmuwan Belanda Jerman Dr. Franz Wilhelm Junghun yang juga seorang pengusaha perkebunan Belanda yang mencintai kelestarian alam melakukan penelitian dan menemukan bahwa keangkeran tersebut tidak lain disebabkan oleh adanya semburan lava belerang yang berbau sangat menyengat.Namun saat ditemukannya fakta tersebut masyarakat belum tertarik menjadikan tempat ini sebagai objek wisata. Baru setelah PT Perhutani mengembangkan tahun 1987, kawasan kawah putih dijadikan sebuah objek wisata di Jawa Barat. Air kawah di gunung ini selain warna airnya yang terang dan juga selalu berubah2. Inilah yang pada akhirnya menjadi daya tarik tersendiri. permukaan kawah umumnya berbatu dan berpasir warna putih,
sehingga kawah ini kemudian dikenal sebagai kawah putih. Beberapa peneliti mengatakan bahwa gunung patuha masih aktif, sehingga ditemukan beberapa pancaran kawah yang masih bergejolak. Didekat tempat ini pula ditemukan sebuah goa sedalam 5 meter yang pernah dipakai sebagai tambang belerang. tak heran jika beberapa kawah tiba2 beruap banyak, dan pengunjung didapati terbatuk2 akibat menghirup hawa belerang yang berbau sangat tajam.
Keindahan danau Kawah Putih, memang sangat mempesona dan menakjubkan. Ditambah lagi suhunya yang sejuk banget sepanjang hari (bersuhu sekitar 8-22 derajat celcius). Mungkin karena kawah ini terletak di gunung yang memiliki ketinggian sekitar 2.434m diatas permukaan laut. Bahkan, jika sudah mengetahui keajaiban alamnya, pasti akan mengatakan tak ada kawah yang seindah Kawah Putih. Karena keindahan alamnya, Kawah Putih sering dijadikan tempat Photo prawedding (sangat banyak), syuting film dan sinetron. Bahkan sekarang ini di Bandung dan kota2 sekitarnya juga,
jikalau ada yang mau photo prawedding, kawah putih akan selalu menjadi pilihan utama. Keindahan kawah putih memang susah diungkapkan dengan kata2. Datang dan nikmati sendiri dech..Dijamin anda pasti terkagum-kagum. Bahkan ada beberapa artikel tentang kawah putih yang pernah saya baca di internet, mengandaikan keindahan kawah putih itu "Seperti Surga yang tercecer" [Luar biasa ya..!!].
Dalam perjalanan menuju kawah, kita akan melewati objek yang menarik seperti rel kereta tua, sawah yang menguning, kebun teh yang hijau dan luas dan hutan pinus. Searah dengan jalur kawah putih anda bisa meneruskan perjalanan ke
Situ Patengan atau berkemah ke Ranca Upas, yang juga merupakan tempat penangkaran rusa, atau berenang di kolam renang airpanas ciwalini. Jalan dari jalan raya Ciwidey hingga ke areal parkir di dekat kawah, memang sedikit rusak, tapi itu tidak menyurutkan niat pengunjung Kawah Putih untuk datang kesana. Dari hari ke hari pengunjungnya terus berjubeldan bertambah banyak. Mungkin karena asik jalan2 tidak terasa sudah malam, jangan takut, disini banyak tersedia penginapan yang bisa anda sewa untuk menginap. Pergi atau pulang dari kawah putih jangan lupa singgah di perkebunan strawberry di kawasan Rancabali.Disana anda bisa memetik sendiri buahnya tuk dibawa pulang.
Penasaran kan?? makanya, bila sedang mengunjungi Bandung, atur waktu anda dan cobalah mampir di Kawah Putih. Dijamin akan menjadi perjalanan yang memuaskan. [sumber : www.bdgyes.com]

Rabu, 08 April 2009

Pasar Seni Tamansari


Pasar seni Tamansari awalnya dibuat
untuk menjadi tempat berkarya baru
bagi seniman yang sebelumnya ada di Babakan Siliwangi.
Pasar seni yang letaknya persis
di sebelah Kebun Binatang Bandung
dan berada di seberang kampus ITB ini
memiliki kurang lebih 20 stand yang diisi
oleh seniman-seniman lukis, patung, dan lain-lain.

Bagi anda wisatawan yang mencari karya-karya seni
(khususnya lukisan, patung) kesinilah tempatnya.
Disamping anda dapat berwisata sambil berbelanja karya seni,
anda juga dapat melihat secara langsung
bagaimana tangan-tangan terampil para pelukis
bekerja di atas kanvas dan menghasilkan karya seni yang luar biasa.
Menurut dialog kami dengan beberapa pelukis yang ada disana,
karya mereka sudah sering diikutsertakan
ke berbagai ajang pameran baik
yang ada di dalam negeri, juga di mancanegara.
Baik itu pameran yang dibuat organisasi,
pemerintah, dan juga pameran tunggal pelukis itu sendiri.

Pasar/Galeri Seni Tamansari ini sangat cocok
dijadikan sebagai tempat wisata alternatif selama
di Bandung dan juga sebagai wisata belanja karya seni.

Senin, 30 Maret 2009

Tahura Juanda


Wisata Alam Tahura Juanda atau yang lebih dikenal dengan Dago Pakar dapat dicapai sekitar 7 Km, melalui Jalan Dago (Ir.H.Djuanda). Begitu memasuki gerbang Tahura ini, kita akan di sambut oleh barisan pohon pinus dengan kesegaran hutan alami. Tentu saja, karena Taman Hutan Raya ini di dominasi oleh jenis pohon Pinus, Kaliandra, Bambu and beberapa jenis tanaman lainnya.
Obyek wisata yang biasa ramai dikunjungi pada hari Minggu atau hari libur lainnya ini, mematokkan tarif masuk Rp. 8000,- per pengunjung. Sedangkan untuk kendaraan motor Rp. 5000,- dan mobil Rp. 10.000,-
Tidak akan terasa mahal karena Tahura Ir.H. Juanda ini memiliki daya tarik wisata alam yang cukup beragam seperti pemandangan alam, flora dan fauna. Tidak hanya itu saja, karena terdapat juga objek wisata yang cukup menarik seperti Monumen Ir.H.Juanda, Gua-gua peninggalan jaman Belanda dan Jepang, terdapat juga Kolam Pakar buatan sekitar 1,15 Hektar milik PLN yang berfungsi sebagai tempat penampungan air yang berasal dari sungai Cikapundung untuk sumber pembangkit tenaga listrik. Serta terdapat 2 buah curug (air terjun) yaitu Curug Dago dan Curug Omas yang tingginya 35 meter. Dibutuhkan waktu satu hari atau mungkin lebih untuk bisa menikmati banyaknya obyek wisata yang diberikan oleh Tahura Ir.H.Juanda ini.
[www.bdgyes.com/tahura juanda]

Jumat, 27 Maret 2009

Situ Patengan


Hamparan hijau kebun teh Rancabali yang menyegarkan mata, mengantarkan kita ke sebuah danau cantik yang airnya tenang yang kita kenal dengan nama Situ Patengan..Keindahan alam yang diberikan oleh Situ Patengan ini akan membuat kita terkagum-kagum akan kebesaran Sang Maha Kuasa. Tidak mengherankan, kalau danau (situ) ini tidak pernah sepi dari pengunjung yang datang dari berbagai kota. Mungkin karena tempat ini memang menawarkan pesona alam yang luar biasa.

Dari kejauhan selama anda menusuri jalanan yang dikelilingi kebun teh ini, danau Situ Patengan sangat kelihatan cantik, apalagi ketika anda menikmatinya langsung dari dekat rasanya stress dan penat akan sirna seketika karena damai dan segarnya atmosfir Situ Patengan ini.

Tak hanya menawarka pesona alam, Situ Patengan ini juga menawarkan sebuah tempat yang historisnya cukup dikenal. Pulau Asmara dan Batu Cinta. Biasanya wisatawan yang datang kesana akan menyempatkan diri untuk mengunjungi lokasi ini. Untuk sampai ke batu cinta kita memang harus naik perahu yang bisa kita sewa di tempat. Konon menurut ceritanya, siapapun yang singgah ke Batu Cinta dan mengelilingi Pulau Asmara maka akan mendapatkan cinta yang abadi, atau jika pengunjung yang datang bersama pasangannya, maka hubungan mereka akan langgeng.. heheheee..

Sepulang dari Danau ini tentunya anda ingin membawa oleh-oleh untuk kerabat maupun untuk anda sendiri. Jangan kuatir, disekitar danau ini banyak toko-toko kecil yang menawarkan souvenir dan buah-buahan segar yang bisa anda bawa pulang.

Kawasan Situ Patengan ini berjarak sekitar 47 kilometer arah selatan dari pusat kota Bandung. Untuk tiba ke tempat ini anda dapat melalui kota Ciwidey terlebih dahulu, gerbang utama menuju kawasan wisata Bandung Selatan. Sebelum sampai ketempat ini, anda akan melewati banyak tempat wisata seperti kawah putih, kolam renang ciwalini, perkemahan rancaupas, dan hamparan luas kebun teh Rancabali. Jika anda masih punya waktu sisa, mungkin anda bisa menyempatkan diri singgah di lokasi-lokasi wisata ini. [www.bdgyes/situpatengan]

Jalan Layang Pasopati Photo

Web Referensi Wisata ke Bandung


Sekarang, ketika kita butuh informasi tentang Bandung ada satu web referensi yang bagus. www.bdgyes.com
Web ini memuat semua informasi yang saya butuhkan. Informasi Hotel di Bandung, tempat jalan-jalan, belanja, wisata alam, wisata altenatif, distro, FO, dan masih banyak lagi.
Wisata alam seperti Tangkuban Perahu, Kawah Putih, Curug cimahi, situ Patengan, Tahura, dan lain-lain dimuat lengkap di media ini.
Tempat jalan-jalan dan belanja juga dimuat, seperti jalan Cihampelas, Jalan Dago, Braga, dan masih banyak lagi.

Pokoknya www.bdgyes.com recomendasi buat kita semua. Sebelum datang ke Bandung web ini wajib kita klik. Karena sesuai dengan mottonya: BANDUNG ITU DISINI..