Senin, 27 Juni 2011

2012, Kereta Gantung Wisata Sambut Pelancong di Tol Pasteur

Tahun depan, Kota Bandung akan memiliki kereta gantung wisata yang akan beroperasi mulai dari Pintu Tol Pasteur lalu menuju Mal Paris Van Java, Ciwalk, dan berakhir di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga). Namun pembangunan proyek tersebut masih menunggu peraturan walikota dan juga feasibility study (FS) menyeluruh.

"Iya kita ingin bangun kereta gantung wisata sekaligus bisa untuk transportasi massal. Diharapkan ini bisa atasi kemacetan pada akhir pekan," ujar Kadishub Kota Bandung Prijo Soebandono saat dihubungi detikbandung melalui telepon, Senin (27/6/2011).

Rencananya kereta akan dirancang bisa mengangkut delapan orang dengan jeda dua menitan. "Tapi itu baru ancang-ancang saja, bisa jadi lebih cepat atau lebih lambat," kata Prijo.


Menurutnya rencana pembangunan kereta gantung itu telah dipelajari dengan kementrian perhubungan dan direktorat kereta api. "Undang-undang yang kita pakai UU perkeretaapian, di mana kereta gantung ada di UU itu. Nah dari UU itu turun ke Perda perhubungan kita, yang soal kereta gantung pun sudah diatur. Sekarang tinggal buat Perwal dulu khusus soal itu," ujarnya.

Menurutnya untuk proyek ini, Pemkot Bandung sudah melakukan kerjasama dengan PT Aditya Dharma Putra Persada yang akan melakukan feasibility study (FS) secara menyeluruh. Di mana soal jarak tempuh, kereta, perhitungan tarif, hingga kembali modal, diatur dalam FS. "Kalau pra FS nya sudah dilakukan oleh mereka, namun belum mendetail," terangnya.

Saat ini yang sudah hampir dipastikan adalah soal rute. Di mana kereta gantung itu startnya dari pintu tol Pasteur lalu menuju PVJ, Ciwalk, dan berakhir di Sabuga. "Tapi ini juga masih harus dikaji dulu, soal ketersediaan lahan untuk stasiunnya," jelas Prijo.

Apabila sesuai rencana, kereta gantung itu bisa beroperasi akhir tahun depan. "Kalau perwal sudah jadi, akan gampang karena payung hukumnya sudah ada. Nanti tinggal lanjut ke FS lalu pembangunan," jelas Prijo.

Pembangunan kereta gantung, kata Prijo, tak memakan waktu banyak. "Paling delapan bulanan lah. Ya akhir tahun lah bisa beroperasi," tuturnya. Ketika disinggung soal pendanaan, Prijo menyatakan itu menggunakan pihak ketiga.

Sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar